Tebing Hati
Kolek hati kini terisi,
IzinNya biarkan ia terjadi,
Satu buana melihat gempitanya sirnanya,
Apatah lagi di ceruk ceruk senyuman
Lalu kabus menghinggapi rembulan,
maka kelam meliputi sang buana,
Kelam kan samudera,
Apatah lagi rimba yg pekat membisu
Dalam rukuk dan sujud bertingkah,
Hingga nyawa kuserah padaNya,
Karena hati sudah tiba di tebingnya.
Patah sudah tongkat utk mengaduh
Kini, mata melihat ke langit
Tiada bahasa bisa kugunakan
Karena qada'ku, Dia yang punya.
Karena ku bukanlah Tuhan,
hanya bisa mengomel sebagai hambaNya
Ya Allah,
temukan aku bicara sebenar,
temukan aku tapak-tapak jalan yang hilang
temukan aku mahligai yang Kau janjikan
temukan aku naskah cintaku yg kunantikan
Kerana aku hanyalah hamba sahaya,
Hanya Kau aku berserah
No comments:
Post a Comment