Tuesday, October 16, 2012

Puisi: Tebing Hati

Tebing Hati

Kolek hati kini terisi,
IzinNya biarkan ia terjadi,
Satu buana melihat gempitanya sirnanya,
Apatah lagi di ceruk ceruk senyuman

Lalu kabus menghinggapi rembulan,
maka kelam meliputi sang buana,
Kelam kan samudera, 
Apatah lagi rimba yg pekat membisu


Dalam rukuk dan sujud bertingkah,
Hingga nyawa kuserah padaNya,
Karena hati sudah tiba di tebingnya.
Patah sudah tongkat utk mengaduh

Kini, mata melihat ke langit
Tiada bahasa bisa kugunakan
Karena qada'ku, Dia yang punya.
Karena ku bukanlah Tuhan,
hanya bisa mengomel sebagai hambaNya

Ya Allah, 
temukan aku bicara sebenar,
temukan aku tapak-tapak jalan yang hilang
temukan aku mahligai yang Kau janjikan
temukan aku naskah cintaku yg kunantikan
Kerana aku hanyalah hamba sahaya, 
Hanya Kau aku berserah

No comments:

Post a Comment